Minahasa

Menyongsong Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-57 Lapas Kelas III Tanah Merah Lakukan Razia Gabungan

Jumat, 09 April 2021, 21.31 WIB Last Updated 2021-04-11T14:00:28Z
masukkan script iklan disini

 

Foto : (istimewa) Binmas Polres Iptu Husein, Kepala Lapas Kelas III Tanah Merah Lukas Laksana Frans Dan Kasdim Kodim 1711/BVD Mayor CZI Unang Suryana. Saat konferensi pers. pada Jum'at (09/04/2021).


JOURNALTELEGRAF - Dalam rangka menyongsong  hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Tanah Merah melaksanakan Razia atau penggeledahan gabungan Blok hunian Lapas Boven Digoel. Pada Jumat (09/04/21).


Razia penggeledahan gabungan blok hunian lapas ini, Lapas kelas III Tanah Merah bekerjasama dengan Kepolisian Resort (Polres) Boven Digoel yang di wakili Kasat Binmas Iptu Husein dan Kodim 1711/BVD yang di wakili Kasdim Mayor CZI Unang Suryana.


Kepala Lapas Kelas III Tanah Merah Lukas Laksana Frans, A.Md.I.P.,S.H.,M.Hum usai penggeledahan dalam jumpa persnya mengatakan, razia gabungan ini merupakan salah satu bentuk rangkaian kegiatan yang dilaksanakan  pihaknya dalam rangka memperingati hari Bhakti Pemasyarakatan ke 57 tahun yang akan jatuh pada tanggal 27 April mendatang.


" Dari hasil penggeledahan yang ditemukan hanya sebuah Silet, kaca, serta  Barang-barang seperti handphone, headset, kabel listrik  serta Speaker," kata Lukas kepada media, Jumat (09/04/2021).


Pihaknya mengungkapkan selain menyongsong hari bhakti kegiatan razia ini sebagai deteksi dini dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.


" Tujuan utama dalam penggeledahan gabungan ini untuk memastikan bahwa narkoba, obat-obatan terlarang, alkohol, senjata tajam dan barang berbahaya lainnya tidak beredar di Lapas kelas III Tanah Merah," ungkapnya.

 

" Hasilnya memang tidak ditemukan berbagai barang berbahaya tersebut, hanya yang ditemukan yaitu senjata tajam berupa silet bekas pakai, speaker dan kabel sehingga barang-barang sitaan ini akan kami musnahkan," terangnya.



Lebih jauh, Kalapas menjelaskan bahwa untuk melindungi dan memastikan warga binaannya aman, razia semacam ini sering dilakukan pihaknya, ada yang bersifat insidentil dan rutinitas.


Kata dia, Hal itu untuk lebih maksimal di lakukan empat kali dalam sebulan. namun karena warga binaan kami hanya berjumlah tiga puluh delapan orang, maka maksimal sebulan dua kali dan minimal satu kali penggeledahan.


" Kedepannya untuk penggeledahan kami akan terus kolaborasi dengan TNI-POLRI untuk bersama lakukan razia gabungan, disamping memberikan juga pembinaan pada warga penghuni lapas kelas III Tanah Merah,"jelas Kalapas Kelas III Tanah Merah.


Dalam kesempatan itu, Kalapas Tanah Merah juga mewanti-wanti bawahannya untuk tidak main mata dengan warga binaan, dalam hal ini membantu meloloskan barang-barang berbahaya ke dalam Lapas, seperti Narkoba/ obat-obatan terlarang, Alkohol dan lainnya, karna lembaga ini terus diawasi instansi lain (pihak kepolisan).


" Saya akui memang tidak ideal tiga anggota menjaga tiga puluh delapan narapidana, tapi saya sudah komitmen menyatakan tidak pada narkoba. Saya ingatkan anggota untuk tidak main-main dengan narkoba dan barang berbahaya lainnya. Jangan sampai anda di jemput pihak kepolisian karena terlibat peredaran barang terlarang," tuturnya.


Sementara itu Kasdim Kodim 1711/BVD Mayor CZI Unang Suryana mengatakan lapas ini berada di wilayah binaannya Kodim /1711 BVD.


" Kami dari Kodim /1711 BVD memandang perlu untuk melaksanakan pembinaan bagi warga binaan lapas, karena warga binaan yang di dalam lapas 99 persen masyarakat asli Boven Digoel," singkatnya.


Kasat Binmas polres Boven Digoel Iptu Husein yang turut hadir menjelaskan sesuai dengan pimpinan kami bekerjasama dengan Lapas dan Kodim 1711/BVD , tujuan sasar pelaksanaan razia ini adalah sajam, narkoba dan barang lainnya yang dilarang di dalam lapas itu sendiri.


Reporter : Thedy

Editor : Legitha Aswardy


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bolmut, Sangihe,

+