Minahasa

Tradisi Leluhur Dalam Bercocok Tanam Masih Kental Dilakoni Petani di Bolmong Utara

Senin, 22 Maret 2021, 23.22 WIB Last Updated 2021-03-22T15:23:07Z
masukkan script iklan disini

Ibrahim Timumu saat turun kesalah satu lahan pertanian di wilayah Kab Bolmong Utara. (Foto: Istimewa)

 


JOURNALTELEGRAF – Mewarisi tradisi leluhur atas penempatan waktu bercocok tanam yang ideal masih terus dilakoni warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Utara, khususnya warga yang kesehariannya bekerja sebagai petani.

 

Salah satu staf penyuluh pertanian Ibrahim Timumu, tradisi tersebut bukan hanya sebagai warisan leluhur namun sakral bagi mereka.

 

“Waktu untuk menanam warga masyarakat harus benar-benar menghitung dengan tepat terkait dengan musim yang sedang berjalan. Adapun metode perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan kalender Hijria ataupun Masehi,” ujar Ibrahim. Senin (22/03/2021).

 

Dirinya melanjutkan, dalam perhitungannya harus memprediksi waktu hujan serta sifat hujan di bulan Maret hingga Mei haruslah dikalkulasi secara akurat serta dibantu dengan metode alami dengan melihat pergerakan dari arah bintang.

 

“Dalam kalkulasinya seperti penanaman bibit jagung idealnya berada pada bulan April hingga di awal bulan Mei. Dimana waktu tersebut terjadi curah hujan yang normal,” tandasnya.

 

Ibrahim pun menambahkan, untuk akurasi terkait dengan perkiraan cuaca kiranya dapat memanfaatkan fasilitas digital yang saat ini hampir dimiliki oleh masyarakat melalui handphone android.

 

“Dan pasti tentunya untuk mendapatkan kualitas hasil panen yang baik, benih tersebut harus diberikan nutrisi seperti pupuk,” pungkasnya.

 

Reporter : Irsan Manggopa

Editor: Alfonds Wodi

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bolmut, Sangihe,

+