Ads


 

JournalTelegraf
Selasa, 12 Januari 2021, Januari 12, 2021 WIB
Last Updated 2021-01-12T15:59:13Z
HUKRIMKejati PapuaMANADORekor Unima TondanoUnima

Datangi Manado, Kejati Papua Periksa Sejumlah Mantan Petinggi Unima

Tampak 2 orang mantan Petinggi Universitas Negeri Manado (Unima) tergesa-gesa meninggalkan pelataran kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado dengan menerobos rintik hujan. (foto : JT/SR)


JOURNALTELEGRAF - Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua mendatangi kota Manado.


Kedatangan tim ini dikabarkan untuk mendalami dugaan kuliah fiktif yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yapen provinsi Papua di era kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.S.

Sejumlah mantan pejabat Unima dipanggil dan dimintai keterangan.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, tim yang berjumlah 3 orang ini, telah beberapa kali memanggil dan meminta keterangan dari mantan Rektor Unima Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.S (JPAR).

Tim menggunakan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado di bilangan Sario, Manado.

Sejumlah awak media yang mendapat informasi akan ada pemeriksaan ulang terhadap istri Wali Kota Manado GS. Vicky Lumentut, Senin (11/1/2021) pagi, sempat kucing-kucingan dengan tim Penyidik.

Namun, dari salah satu anggota tim Penyidik yang berhasil dijumpai awak media di pelataran parkir kantor Kejari Manado mengungkapkan tidak ada jadwal pemeriksaan terhadap mantan Calon Wali Kota Manado nomor urut 4 pada Senin (11/1/2021).

"Hari ini yang diperiksa hanya 2 orang, mantan Pembantu Rektor I dan III. Nanti untuk lebih jelasnya akan ada keterangan pers dari pihak Kejari Manado pada Kamis nanti," pungkas personil Kejati Papua yang terindentifikasi bernama Viko Purnama, Senin (11/1/2021) sore dan berlalu meninggalkan pelataran parkir menggunakan kenderaan roda 4 jenis sedan mewah.

Hingga sore tadi, tak satu pun personil Kejari Manado yang bersedia memberikan keterangan terkait aktifitas tim Kejati Provinsi Papua di kantor Kejari Manado.

Reporter/Editor : Simon Ronal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar