Minahasa

Cerita Dibalik Hobi Dan Senar Gitar Jacq Lawalata

Kamis, 01 Oktober 2020, 22.22 WIB Last Updated 2020-10-01T14:22:42Z
masukkan script iklan disini

foto: (istimewa) Jacq Lawalata saat manggung di Vietnam

JOURNALTELEGRAF-Untuk warga Manado dan sekitarnya siapa yang tidal kenal dengan Jacq Lawalata. 


Pemain Gitar dan Musisi bernama asli Jackqard Franklyn Lawalata asal Negeri Nyiur Melambai ini memang sering terlibat dan manggung diberbagai ivent serta juga mengikuti beberapa kontes gitar solo.


Awal mula Jacq bermain gitar hanya sebatas hobi.


“Dari kecil saya sudah dibelikan alat musik keroncong, dan itu menjadi dasarnya, kemudian SD mulai menyukai gitar” ujar Jacq kepada media ini, Kamis (01/10/2020).


Sempat bermain gitar di kampung dan hanya ditempat tongkrongan, nampaknya tak membuat Jacq bosan dan terus menggeluti hobi nya ini sehingga dimasa kuliah membuat dirinya lebih memilih berhenti dan terjun ke dunia musik.


“Waktu semasa kuliah, saya ikut festival musik kampus dan beberapa kali mendapat the best gitar, sempat ikut lomba bertaraf nasional yakni Cardinal Award ditahun 2018 dan mendapat the best guitar juga, tahun kemarin juga mengikuti Hari Hari Musik Blues Gitar Competition dan masuk sebagai juara 3 dari sekian banyak peserta se Indonesia. Kalau sekarang dilihat banyak orang dan dikenal semata-mata itu hanya konsistensi dari awalnya hanya hobi,” ucap pendiri Manado Blues Brotherhood ini.


Manado Blues Brotherhood adalah komunitas yang didirikan Jacq dan sudah berjalan selama empat tahun.


Komunitas ini pertama berdiri ada sekitar sepuluh band, yang tujuannya sebagai tempat belajar, seperti lebih banyak ke sharing tentang musik dan juga sempat mebuat beberpa iven, yang pernah mendatangkan Rama Satria dan juga Gideon Tengker.


Ditanyai musik blues dimata dirinya seperti apa, menurut Jacq musik blues ini adalah energi untuk pribadinya.


“Musik blues sendiri adalah energi awal untuk saya memulai karir, jadi ketika kita ada energi kita bisa bikin apa saja,” jelas pemain yang pernah mengiringi Israel Houghten ditahun 2008 ini.


Ditanyai untuk motivasinya bermain gitar Jacq hanya menjawab semua kembali kediri masing-masing.


“Sebenernya untuk memotivasi kembali kediri masing masing. Main gitar untuk apa, kalau hanya hobi buat yang terbaik paling tidak menikmati permainan nya, kalau untuk jadi gitaris perlu usaha yang lebih keras dari sekedar hobi,” terang pemain Java Jazz 2012 ini.


Dari hasil konsistensi Jacq sehingga membuat dirinya terus mencintai pekerjaan nya, apalagi dimasa pandemi seperti ini, yang sempat bermain di Vietnam dan tertahan selama beberapa bulan tidak meruntuhkan semangatnya didunia musik.


“Sekarang saya lagi fokus menggarap sebuah drama musikal bersama North Celebes Creative Lab yang bertakjub Drama Musikal Negeri Bitung, yang dimana semua dialognya dinyanyikan, dan dalam drama musikal itu saya dipercayakan sebagai music director,  yang bertugas mengarranging dan mengcomposing semua dialognya menjadi nyanyian,” pungkas, Endorser Gitar Cord tahun 2011-2012 ini. 


Editor: Redaksi

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini