Ads


 

Rabu, 22 Juni 2022, Juni 22, 2022 WIB
Last Updated 2022-06-22T10:47:02Z
Artikel/OpiniOpiniSangihe

Sebulan Penuh 'Janji' ?! Rinny Tamuntuan Bukan Ibu Peri

Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan, M. Kes



JOURNALTELEGRAF - Sebulan sudah, dr Rinny Tamuntuan menjabat sebagai Bupati Kepulauan Sangihe pasca dilantik pada 22 Mei 2022 lalu. 


Sebulan kepemimpinannya, Tamuntuan menampilkan ciri khas sebagai seorang ibu; yang mengasihi dan mendidik anak-anak nya. Dan itu berhasil, untuk sementara ini belum ada yang membandel.


Sebulan menjabat, banyak hal yang telah dilakukan Tamuntuan hingga perlahan mulai memikat hati masyarakat. Dia makin dikenal dan disayang serta dirindukan akan kehadirannya di tengah masyarakat; mereka ingin bertemu, menatap dan menyapa. 


Sebulan mengabdikan diri, Tamuntuan melakukan berbagai pembenahan dalam tata pemerintahan di Sangihe. Beberapa 'pressure and warning' yang dilakukan untuk percepatan disegala lini, terbukti efektif. Salah satunya ialah evaluasi kinerja para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. 


Sebulan bekerja, Tamuntuan 'all out' dalam berbagai hal. Melaksanakan kunjungan kerja terjadwal, melakukan terobosan dan upaya lobi-lobi ke pusat mulai dilakukannya untuk dapat memberi sedikit 'warna' di tanah Sangihe, dalam masa kepemimpinannya.


Sebulan ini pula, secara tidak langsung Tamuntuan dinilai banyak obral 'janji'. Banyak hal yang telah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan dirasakan oleh hati masyarakat; dalam kehadiran seorang Rinny Tamuntuan menjajaki tanah Sangihe.


Sebulan penuh 'janji' dari seorang Tamuntuan ini, tidaklah terucap bak sebuah janji kampanye. Namun segala hasil kerja, upaya dan terobosan yang telah dilakukan dan disampaikan oleh Tamuntuan dalam berbagai kesempatan secara tidak langsung dipandang sebagai sebuah 'janji'.


Awal kehadirannya, Tamuntuan menyebutkan akan menyelesaikan segala masalah dan persoalan di daerah pasca ditinggalkan oleh pemerintah sebelumnya. Ini menjadi sebuah janji besar sekaligus memberi harapan baru bagi masyarakat bahwa Sangihe akan lebih hebat, maju dan sejahtera.


Janji awal yang diperhadapkan bagi seorang Tamuntuan ialah terkait persoalan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) para ASN di lingkungan Pemkab Sangihe. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur dari Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional); yang kini terus dipressure untuk segera selesai dan dapat beroperasi agar menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tentunya, dua janji ini dapat dipenuhi bila melihat kerja keras dan kerja cerdasnya Ibu Bupati.


Janji selanjutnya Tamuntuan, menjadi sebuah harapan besar dan nafas baru khusus bagi Pemerintah Desa Se-Kabupaten Sangihe kala bertatap muka dengan Sang Ibu. Beberapa janji itu bahkan menjadi 'bunga tidur' dari para aparatur desa; dimana salah satunya akan meningkatkan tunjangan untuk kesejahteraan mereka. Ini sebuah janji besar yang sangat diharapkan. 


Selain janji besar itu, pertemuan awal dengan para anak bungsu (red: pemerintah desa) ternyata juga melahirkan bunga-bunga janji yang lain; manakala Sang Ibu mulai melantunkan 'nina bobo' dihadapan mereka. 


Tamuntuan berucap bahwa akan memberikan reward sebesar 50 juta bagi setiap Pemdes yang sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)-nya berkembang. Ini janji yang membutuhkan biaya besar, andaikan setengah dari total 145 desa bergerak untuk mengejar reward ini.


Tamuntuan juga meresponi permintaan bimtek (bimbingan teknis) ke luar daerah sesuai apa yang disampaikan dan mungkin sangat diinginkan oleh para kepala desa. Dia bahkan menyebutkan akan mengupayakan; dan bila terlaksana akan membagi sesi keberangkatan dalam 3 kloter. 50 desa per trip. Ini janji yang juga menjadi 'bunga tidur' bagi para anak bungsu.


Tamuntuan bahkan berencana membangun lumbung sosial/lumbung pangan di desa-desa rawan bencana. Namun bila dilihat dari struktur geografis, hampir semua desa di Sangihe berpotensi terkena bencana; hanya skala dan dampaknya berbeda sesuai kehendak yang kuasa. Ini pun menjadi salah satu janji yang layak dinanti.


Kehadiran dr Rinny Tamuntuan sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe memang terasa spesial dan spektakuler. Sebab dirinya hadir bak malaikat cinta bersayap yang siap menghapus benci, memberi cinta dan kasih, bertutur kata lembut dan santun bahkan menghadirkan rasa rindu di hati masyarakat. Semua ingin bertemu dan bertatap muka dengan Ibu Bupati. 


Kehadiran Tamuntuan bertatap muka dengan masyarakat Petta Raya menjadi momentum awal dari rasa rindu masyarakat wilayah lain, yang juga ingin bertemu dan menyapa Ibu Bupati. Rasa rindu yang begitu besar ini juga nampak terasa manakala Tamuntuan menyambangi Desa Mohong Sawang pada selasa (21/6) kemarin. Belum juga kunjungan Tamuntuan dalam agenda lainnya; baik kegiatan keagamaan maupun sekolah. Tamuntuan pun kerap dimintakan untuk melakukan peletakan batu dasar, peresmian, pencanangan, pelantikan, pelepasan dan hal serupa lainnya. Inipun secara tidak langsung menjadi sebuah 'janji' manakala semua berharap akan kehadiran Ibu Bupati dalam setiap kegiatan. 


Sebulan ini, terobosan dan lobi-lobi yang dilakukan oleh Tamuntuan ke pemerintah pusat mulai terpublikasikan ke masyarakat. Semua bahkan sudah tahu dan berharap besar atas upaya yang tengah diperjuangkan oleh Tamuntuan bagi Sangihe, dimasa kepemimpinannya kini.


Tamuntuan berhasil melobi 5000 lampu penerang jalan bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kapan 5000 lampu ini tiba di tanah Sangihe, akan menjadi tanda bukti di mata masyarakat bahwa seorang Tamuntuan mampu 'menerangi' tanah Sangihe.


Tamuntuan juga melakukan audiens dengan Kepala Perpustakaan Nasional dan melobi pembangunan gedung perpustakaan untuk daerah Sangihe. Inipun sontak menjadi sebuah janji dan diharapkan dapat terwujud. 


Tamuntuan dan kasih Ibu sepanjang masa bahkan siap menghadirkan cintanya dengan rencana pembangunan rumah sakit pratama; yang sedianya akan dibangun di wilayah selatan Sangihe. Tentu kita meyakini dan berharap bahwa rencana pembangunan ini tidak hanya menjadi sebuah janji melainkan sebuah kasih dari Tamuntuan untuk rakyat Sangihe. Pembangunan ini akan menjadi pembuktian besar bahwa tanah Sangihe akan lebih 'sehat' di tangan Ibu Dokter Rinny Tamuntuan, M. Kes kedepannya.


Kehadiran Tamuntuan bak fajar baru bagi Sangihe; selepas badai berlalu. Sekilas pandang, Tamuntuan memang terlihat akan 'kemegahannya'; namun itu hanyalah ilusi optik. Sebab kenyataan sesungguhnya hadir dari hati seorang Tamuntuan yang ternyata berjiwa sosial tinggi dan peduli akan keberadaan setiap tangan yang membutuhkan. Hal ini sudah berulang kali dilakukannya semasa menjabat Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara. Dalam beberapa kesempatan, Tamuntuan bahkan turun langsung ke Sangihe; hadir dan berbaur dengan setiap lapisan masyarakat yang Ia temui. Tamuntuan bahkan pernah berucap bahwa Dirinya sangat ingin mengunjungi dan bertatap muka dengan masyarakat Sangihe yang ada di tiap wilayah kecamatan.


Dari sekian hal yang telah menjadi 'janji' itu; kita pun harus tetap mendukung dan mendoakan bersama agar semua rencana itu berjalan baik sesuai perkenanan yang maha kuasa. Sebab seorang Rinny Tamuntuan bukanlah Ibu Peri; Dia hanyalah Ibu Dokter yang kini dipercayakan menjabat sebagai Ibu Bupati.



Oleh : Dendy Abram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar