Minahasa

Lebaran Ketupat di Bajo, Atraksi Pencak Silat Berhasil Curi Perhatian

Minggu, 22 Mei 2022, 18.36 WIB Last Updated 2022-05-22T22:49:14Z
masukkan script iklan disini


Dua Jawara pencak silat saat melakukan atraksi duel

JOURNALTELEGRAF-Tradisi lebaran ketupat atau Halal bihalal di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berlangsung meriah, Minggu (22/5/2022).


Belasan jawara yang terhimpun dalam pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Minsel sukses curi perhatian tamu undangan, tak lain sekedar meramaikan tradisi tahunan ini.


Selain menampilkan pencak silat, PSHT juga sesekali menampilkan atraksi debus, sontak membuat penonton histeris.


Bahkan, dalam kesempatan yang sama para jawara juga menampilkan atraksi mematahkan balok es dengan membenturkan kepala.


Eko Ariwibowo Ketua PSHT Minsel, mengatakan, atraksi pencak silat ini merupakan budaya leluhur.


"Ini dilakukan, demi untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia," ujar Eko.


Eko pun membeberkan, jika jawara yang bermain hari ini merupakan pelajar atau masi berstatus anak sekolah.


"Di PSHT sendiri, semuanya orang Jawa, yang sudah menetap lama di Minsel," ungkap Eko.


Adegan berbahaya menggukan senjata tajam, hanya boleh dilakukan profesional

Tak mau ketinggalan, selain atraksi pencak silat dari PSHT, para jawara dari desa Bajo dan Desa Arakan juga ikut ambil bagian dalam atraksi debus.


Pantauan Wartawan Journaltelegraf.com, para jawara nampak dengan terampil menggunakan senjata tajam, mulai dari pisau hingga menggukan beberapa jenis golok.


Tanpa rasa takut sedikitpun, para jawara  menyayet kebagian badan, seperti bagian leher, lengan, tangan, perut tanpa merasa sakit sedikit pun dan sama sekali tak ada luka bekas sayetan.


Video  : Aksi Pencak Silat Pecahkan Suasana Lebaran Ketupat di Bajo


Tak tanggung tanggung, para tamu undangan juga diajak untuk beratraksi, semakin larut, permainan pun semakin menggila.


Terakhir, Suharto Arakan menutup doa menandakan bahwa acara atraksi usai digelar.


Meski begitu, sesekali orator mengingatkan kepada penonton agar tidak memperagakan dirumah tanpa adanya bimbingan profesional.


"Jangan dilakukan dirumah tanpa ada yang bimbing, karena ini barang tajam," tegasnya.



Reporter/Editor : Ewin







Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini