• Jelajahi

    Copyright © Journal Telegraf
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Minahasa

    Pemerintah Kabupaten Tolitoli Terus Mantapkan Persiapan Jelang Hari WCD 2021

    Selasa, September 21, 2021, 13.55 WIB Last Updated 2021-09-21T05:55:30Z
    masukkan script iklan disini


    JOURNALTELEGRAF - Peringatan World Clean Up Day tahun 2021 digelar di sejumlah Kabupaten/Kota di Indonesia, tak terkecuali di kabupaten Tolitoli.


    Pasalnya World Clean Up Day (WCD) merupakan gerakan global yang mengajak individu, komunitas, dunia usaha dan pemerintah di seluruh dunia untuk menyatakan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam proses pengelolaan sampah.


    Mengingat hal tersebut, Bupati Tolitoli Amran H Yahya mengeluarkan instruksi dengan nomor 188-5/3175/DLH tentang Kegiatan World Clean Up Day (WCD) untuk di laksanakan di sejumlah titik wilayah kabupaten Tolitoli secara serentak dengan tema 'Bersatu Untuk Indonesia Bersih' yang dinilai relevan dengan kondisi wabah pandemi Covid-19 saat ini yang sedang di hadapi seluruh dunia.


    Pelaksanaan yang akan digelar pada Rabu (22/09/2021) nanti, Bupati Tolitoli dalam instruksinya, mengajak para Kepala Perangkat Daerah se-kabupaten Tolitoli, Camat Se-kabupaten Tolitoli, instansi vertikal, BUMN, BUMD, Perbankan,  Sekolah, Pondok Pesantren, Perguruan Tinggi, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita, Komunitas Pecinta Lingkungan, dan Bank Sampah untuk bersama-sama melakukan aksi clean up dan pilah sampah dari rumah-rumah kawasan pemukiman juga gotong royong bersih-bersih sampah di perkantoran, sarana transportasi, Sungai pasar, ruang publik, sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.


    Sementara itu, selaku Dinas yang menaungi kebersihan kabupaten Tolitoli, Dinas Lingkungan Hidup terus mempermantap persiapannya, baik administrasi dan teknis guna lancar dan suksesnya kegiatan.


    Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli, Bustanil selaku kabid persampahan menyampaikan kesiapannya untuk mensukseskan kegiatan.


    “ Harapan kami, Indonesia kembali menjadi yang terdepan bagi kegiatan ini di dunia. ujar Bustanil kepada awak media journaltelegraf.com di ruang kerjanya. Selasa (21/09/2021).


    Foto : Bustanil, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli. (istimewa)


    Utam Bantilan sapaan akrabnya,  mengingatkan perlu digarisbawahi bahwa aksi cleanup saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia khususnya di kabupaten Tolitoli karena yang tidak kalah penting adalah masyarakat harus bisa menjawab pertanyaan mau diapakan dan dikemanakan sampah hasil cleanup tersebut.


    Jangan sampai sampah hasil cleanup tersebut hanya dikumpulkan dan diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, namun hanya memindahkan masalah.


    “Oleh sebab itu, saya berpesan dengan sekuat-kuatnya agar aksi cleanup yang dilakukan harus dibarengi dengan tindakan lanjutan dengan memilah dan mengumpulkan sampah layak kompos dan sampah layak daur ulang untuk diolah lebih lanjut,” terangnya.



    Lanjutnya lagi, Hal lain yang juga sangat penting harus menjadi bahan refleksi kita semua adalah jangan mengukur keberhasilan aksi cleanup dengan peningkatan jumlah sampah yang terkumpul. Sebab, hal itu justru mengindikasikan adanya kegagalan atau mismanagement pengelolaan sampah yang membuat kebocoran sampah ke lingkungan semakin tinggi.


    Sebaliknya, bila dalam aksi cleanup yang kita lakukan jumlah sampah yang terkumpul semakin sedikit, berarti pengelolaan sampah sudah berjalan baik.


    Salah satu faktor penentu terjadinya mismanagement pengelolaan sampah, ungkap Utam, adalah tidak dilaksanakannya kegiatan pilah sampah dari rumah.


    Seperti kita ketahui, kegiatan pemilahan sampah, terutama pemilahan sampah di rumah, adalah elemen kunci yang menentukan efisiensi, efektivitas, keberhasilan dan keberlanjutan pengelolaan sampah.


    Kegiatan komposting tidak akan berjalan baik kalau tidak diawali pemilahan sampah yang layak dikomposkan. Begitu pula bank sampah, tidak akan berjalan baik jika tidak ada pemilahan sampah layak daur ulang


    Menurutnya, memilah juga merupakan salah cara efektif untuk mendapatkan bahan daur ulang dan bahan kompos yang lebih bersih dengan tanpa atau sedikit kontaminan. Hasil pilahan yang bersih dan tanpa kontaminan akan meningkatkan nilai secara nyata, khususnya untuk bahan daur ulang.


    “Oleh karena itu, kebijakan dan gerakan pilah sampah dari rumah menjadi hal yang penting dan strategis untuk dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten Tolitoli yang dibarengi dengan sistem pengumpulan dan pengangkutan yang juga terpilah sehingga mempermudah proses pengolahan lebih lanjut,” tutupnya.



    Editor | Reporter : Legitha Aswardy



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini