Minahasa

Kejati Sulut Panggil Oknum Bendahara Kejari Manado Yang Pamer Uang di Medsos

JournalTelegraf
Selasa, 08 September 2020, 01.07 WIB Last Updated 2020-09-08T00:16:38Z
masukkan script iklan disini


JOURNALTELEGRAF - Kejaksaan Tinggi provinsi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) dikabarkan memanggil oknum Bendahara Kejari Manado berinisial JLN alias Julinda untuk diklarifikasi pada Senin (7/9/2020) siang tadi.

Kasi Penkum Kejati Sulut, Yoni E Mallaka SH dikonfirmasi Journaltelegraf membenarkan pemanggilan terhadap oknum Bendahara Kajari Manado.

"Sehubungan dengan adanya video Bendahara Kejaksaan Negeri (Kejari)   Manado memamerkan uang di Media Sosial (facebook). Pada hari ini Senin (7/9/2020),  Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melalui Bidang Pengawasan  telah melakukan klarifikasi kepada Bendahara Kejari Manado tersebut," tulis Kasi Penkum Kejati Sulut, Yoni E Mallaka, SH melalui pesan whatsApp, Senin (7/9/2020) malam.

Lanjut Mallaka, untuk hasilnya akan disimpulkan setelah dilakukan klarifikasi dengan pihak terkait lainnya.

"Hasilnya akan disimpulkan setelah pihak lain yang terkait diklarifikasi," pungkas Mallaka.


Diketahui, oknum Bendahara Kejari Manado berinisial JLN alias Julinda ini sempat viral setelah video dan fotonya sempat di posting oleh sebuah akun media sosial (medsos) facebook yang mempertontonkan kemewahan dengan memperlihatkan setumpuk uang pecahan Rp 100.000 berjumlah puluhan juta rupiah.

Postingan juga menandai akun medsos facebook Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado, Maryono, SH, MH.

Pada kolom komentar, tampak juga Kajari Manado memberi komentar dengan menggunakan stiker MiM on the Move dari Funnyeve.com.

Kajari Manado, Maryono SH, MH yang dikonfirmasi melalui nomor whatsAppnya mengatakan tindakan anak buahnya hanya lucu-lucu saja.

"HE hE iya ktnya ada di Fb itu.. itu Linda anak buah saya yg juga instruktur Zumba sm teman2nya yg lg bikin lucu2an," tulis Kajari Manado, Maryono, SH, MH, Rabu (2/8/2020).


Disinggung terkait instruksi dan amanat Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin, Kajari Manado berdalih kelalaian anak buahnya.

'Itu kelalaian dan sdh saya tegur dia... yg bikin lucu2an itu teman2nya bukan dia.. temannya maksa pinjam itu uang utk photo photo ., tolonglah bro jgn diperpanjang kasihan dia 🙏🙏," tulis Maryono.

Kajari Manado juga mengakui uang yang di posting merupakan uang kantor.

"Itu uang kantor yg baru diambil utk membayar kegiatan n dilihat teman2nya lalu dipaksa pinjam utk iseng photo2 jd tdk ada unsur sengaja pamer uang tsb," tulis Maryono.

Oknum Bendahara Kejari Manado ini juga mengomentari postingan dengan emoticon anak kecil yang tertawa.

Dan selanjutnya memberi komentar dengan kata-kata 'Rampppooooook' yang dibubuhi emoticon tertawa dan yang disambut dengan komentar lagi oleh pemilik akun.

Perbuatan oknum Bendahara Kejari Manado ini ditengarai telah melawan dan melakukan pembangkangan terhadap instruksi dan amanat Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin.

Perilaku telah mencoreng wajah Jaksa Agung RI yang tengah gencar mengkampanyekan pola hidup sederhana dan disiplin protokol kesehatan ditengah wabah pandemi Covid-19.

Pada pelantikan sejumlah pejabat eselon dua di Aula Burhanuddin Lopa Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/8/2020), Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menyampaikan 20 butir amanatnya ke seluruh insan Adhyaksa.

Pada butir ke-16 (enam belas), Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengingatkan setiap jajaran untuk senantiasa menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, serta menghindari memposting hal-hal yang memamerkan kemewahan, menyinggung SARA, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. Teknologi harus menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi segenap aparat dan keluarga Kejaksaan. 

Selanjutnya pada butir ke-17 (tujuh belas), Jaksa Agung RI juga mengingatkan setiap jajaran untuk senantiasa menerapkan pola hidup sederhana, sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana.

Reporter/Editor : Simon Ronal
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bolmut, Sangihe,

+