Minahasa

Kajari Manado 'Bungkam' Tentang Perkembangan Perkara Dana CSR Bank SulutGo

JournalTelegraf
Rabu, 09 September 2020, 23.22 WIB Last Updated 2020-09-09T15:24:16Z
masukkan script iklan disini


JOURNALTELEGRAF - Penanganan perkara pindahnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SulutGo (BSG) ke rekening salah seorang pejabat RSUD Kota Manado hingga kini masih menjadi misteri.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado pun hingga kini belum pernah mengungkapkan proses penyelidikan dan nomor surat perintah penyelidikan sebagai sslah satu indikator dimulainya proses penyelidikan.

Selain itu, Kejari Manado hingga kini belum menentukan status perkara ini, apakah masuk ranah korupsi atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Kejaksaan Negeri Manado (Kajari), Maryono, SH, MH pun bungkam ketika dikonfirmasi Journaltelegraf melalui nomor whatsAppnya 0811728***, Rabu (8/9/2020).

Perkara ini semakin membingungkan ketika Sekretaris Kota (Sekkot) Manado, Micler Lakkat, SH, MH usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado beberapa waktu lalu ke sejumlah wartawan memberikan jawaban menggelikan.

Lakkat mengaku baru mendengar.

"Harus ke Kadis Kesehatan. Dia nda datang ini. Kita baru dengar. Jadi nanti kita mau konfirmasi, karena dia masuk ke dinas kesehatan," ujar Lakkat, Kamis (16/7/2020).

Bahkan ketika ditanya lebih lanjut tentang penyebab dana tersebut menjadi temuan dan dilidik Kejaksaan, Lakkat terkesan menghindar.

"Kita dengar sudah masuk ke Kejaksaan. Dananya sudah masuk ke dinas kesehatan, kemudian diperiksa Kejaksaan," ujar Lakkat.

Ketika dicecar wartawan tentang penyebab dana CSR BSG tersebut diperiksa Kejaksaan, Lakkat mengatakan akan konfirmasi lagi ke Kadis Kesehatan.

"Saya mau konfirmasi lagi ke Kadis Kesehatan. Karena Kadis Kesehatan membawahi 2, RSUD dan RSKG. Dana CSR kesitu kan," kata Lakkat.

Namun ketika ditanya kembali tentang sisa dana sekisar Rp 550 juta, Lakkat terkesan enggan menjawab.

"Ya itukan..kalau kita...Nanti kita..Itukan ada yang ke RSUD dengan ke RSKG," ujar Lakkat tanpa mau merinci inisial oknum pejabat RSUD yang dimaksud dan langsung berlalu dengan mobil dinasnya.

Diketahui, tahun 2019 lalu Bank SulutGo menyerahkan dana hibah CSR sebesar Rp 1,2 miliar ke Pemkot Manado untuk membantu pengembangan RSUD Gigi dan Mulut.

Namun, menurut penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado dari hasil penyelidikkan pada April 2020, sekisar Rp 650 juta dari Rp 1,2 miliar telah dipindahkan salah seorang oknum pejabat RSUD Manado ke rekening pribadinya.

Pada Jumat (10/7/2020) pagi, tiba-tiba saja sejumlah pejabat RSUD Manado dan Pemkot Manado mendatangi kantor Kejari Manado untuk mengembalikan dana sekisar Rp 650 juta.

Selanjutnya, dana dititip sementara di rekening Dinas Kejari Manado di Bank BRI Cabang Manado. Sisanya sekisar Rp 550 juta hingga kini belum diketahui keberadaannya dan penggunaannya.

Sore harinya, sekitar pukul 17.40 Wita, seorang pria yang terindikasi Wali Kota Manado, GS. Vicky Lumentut, dengan mengendarai sendiri mobil Hilux putih DB 8524 A terpantau mendatangi kantor Kejari Manado tanpa pengawalan protokol sebagaimana mestinya.

Lumentut langsung memasuki kantor Kejari Manado dan oleh petugas keamanan dalam Kejari Manado langsung diarahkan ke lantai 2.

Beberapa menit kemudian, tampak kenderaan dinas Kasie Pidsus Kejari Manado DB 405 A memasuki area halaman Kejari Manado.

Pada sekitar pukul 18.09, Wita, Lumentut dengan mengendarai sendiri mobil Hilux putih DB 8524 A tampak meninggalkan kantor Kejari Manado.

Belum diperoleh konfirmasi terkait kehadiran Wali Kota Manado di Kejari Manado diluar jam aktifitas kantor.

Reporter/Editor : Simon Ronal
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bolmut, Sangihe,

+