Ads


 

Jumat, 28 Agustus 2020, Agustus 28, 2020 WIB
Last Updated 2020-08-28T04:19:22Z
KUR Sektor PertanianPemkab tolitoli

Tingakatkan Komoditas Pertanian Pemkab Tolitoli Dorong Layanan KUR

JOURNALTELEGRAF – Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Kementerian Pertanian mencapai Rp 10,2 Triliun yang telah diserap pada sektor pertanian, melalui program jangka pendek terhitung 20 maret 2020.


Pemkab dan Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli saat meninjau komoditi hasil pertanian disalah satu wilayah kerja Pemkab Tolitoli Sulteng. (Foto: Istimewa)


Hal tersebut, dalam program KUR, yang terealisasi saat ini, diharapkan dapat menambah pendapatan ekonomi oleh dampak terhadap pandemi covid-19.

 

Realisasi serapan KUR pada sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tolitoli, sampai saat ini mencapai 2,7%, pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), besarannya hingga pada angka Rp 3,1 Triliun atau besarannya sebesar 85,7 Miliyar (BPS.2019). 


Jemy Yusuf selaku anggota DPRD kabupaten Tolitoli mengajak para petani dan pimpinan daerah untuk memanfaatkan layanan KUR demi meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga hilir.


"Rendahnya penyaluran dan serapan Kredit usaha Rakyat untuk sektor pertanian di kabupaten Tolitoli dapat menjadi kendala, pencapaian, ketersediaan dan kedaulatan pangan dimasa pandemi,” ungkap Jemi kepada sejumlah wartawan. Jumat  (28/08/2020).


Dirinya menambahkan bahwa  Semua OPD  pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan harus mampu mendorong Petani dan Nelayan untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan.


"Kiranya Pemerintahan dapat meningkatkan penyerapan program KUR, dalam sektor pertanian, yang berpihak pada masyarakat,” ungkapnya serambi menambahkan  Semoga Bupati terpilih nanti dapat meningkatkan Serapan KUR, sebagai bukti keberpihakan pada masyarakat petani pada masyarakat petani.


Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Kementan Sarwo Edhy mengatakan, Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 50 triliun pada 2020. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budi daya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan.


"Syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI checking. Jika penyaluran KUR bekerja sama dengan bank milik BUMN, bunganya hanya enam persen,” ujar Sarwo kepada sejumlah awak media, pekan lalu.


Reporter: Legitha Aswardy

Editor : Alfonds Wodi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar