Ads


 

Minggu, 12 Juli 2020, Juli 12, 2020 WIB
Last Updated 2020-07-12T02:25:09Z
Internasional

Erdogan: Hagia Sophia Akan di Buka Untuk Beribadah

Presiden Recep Tayyip Erdogan memberi isyarat saat berkunjung ke Hagia Sophia, di Istanbul, Turki, 31 Maret 2018. (AA Foto)


JOURNALTELEGRAF
- Dalam pidato yang disiarkan langsung beberapa jam setelah keputusan presiden dikeluarkan untuk pembalikan ikon Istanbul Hagia Sophia dari sebuah museum menjadi masjid, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan dibuka untuk beribadah pada 24 Juli.

“Seperti halnya semua masjid lainnya, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, termasuk warga negara Turki dan wisatawan. Kami berencana untuk membuka Masjid Hagia Sophia untuk beribadah pada 24 Juli," kata Erdogan di lansir dari dailysabah.com, Minggu (12/7/2020).

Lanjud Erdogan, Hagia Sophia berada di bawah yurisdiksi Turki. Setiap keberatan terhadap keputusan pengadilan kami akan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan kami.

Diketahui, pengadilan administrasi utama Turki pada hari Jumat membatalkan dekrit pemerintah 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum. 

Sementara, keputusan yang telah lama ditunggu-tunggu ini telah membuka jalan bagi ikon kota Istanbul Hagia Sophia untuk digunakan sebagai masjid.

Bahkan, setelah putusan pengadilan, Erdogan menandatangani keputusan presiden untuk menyerahkan Hagia Sophia ke Kepresidenan Urusan Agama Turki dan terbuka untuk beribadah sambil memberi selamat kepada orang-orang Turki.

Erdogan menjelaskan, pengadilan menyatakan bahwa Hagia Sophia secara resmi terdaftar sebagai masjid, ia menambahkan bahwa keputusan apa pun selain masjid secara hukum tidak mungkin. 

"Keputusan Kabinet pada tahun 1934 yang mengakhiri penggunaannya sebagai masjid dan mendefinisikannya sebagai museum tidak mematuhi hukum," terang Erdogan.

Selain itu, layanan Yayasan Permanen untuk Artefak Sejarah dan Asosiasi Lingkungan, sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Istanbul, telah mengajukan petisi di Kamar ke-10 Dewan Negara.

Hal ini dilakukan untuk meminta pembatalan keputusan, untuk mengembalikan Hagia Sophia ke museum setelah menjadi masjid.

Bahkan, pengadilan mendengar argumen para pihak pada sidang 2 Juli sebelum dikeluarkannya keputusannya.

Dalam Petisi mengatakan, Hagia Sophia adalah milik pribadi Ottoman Sultan Mehmed II, yang pada tahun 1453 merebut Istanbul dan mengubah struktur keagamaan menjadi masjid.

Erdogan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru berkunjung agar tidak menunda persiapan pembukaan kembali.

Dia mengatakan akan membutuhkan enam bulan untuk menyelesaikan semua persiapan.

Erdogan juga membacakan salinan dekrit Ottoman Sultan Mehmed II yang menyatakan Hagia Sophia sebagai bagian dari yayasannya.

Ia mengatakan, itu adalah hak 567 tahun untuk merebut kembali Hagia Sophia sebagai masjid dan mengingatkan dekrit sultan yang memuat kutukan bagi mereka yang mungkin mengubah Hagia Sophia menjadi sesuatu yang lain selain masjid.

"Hak-hak bangsa Turki atas Hagia Sophia tidak kurang dari hak mereka yang membangunnya 1.500 tahun yang lalu," pungkas Erdogan.




Editor : Ewin Agustiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar