Ads


 

Kamis, 02 Juli 2020, Juli 02, 2020 WIB
Last Updated 2020-07-01T23:56:23Z
Internasional

China Remehkan Ancaman Flu Babi Baru Dengan Potensi Pandemi


Babi beristirahat di kandang di peternakan babi di daerah Yiyang, di provinsi Henan, China tengah, 10 Agustus 2018. (AFP Photo)


JOURNALTELEGRAF- China mengecilkan ancaman strain flu babi baru dengan potensi pandemi yang ditemukan para peneliti pada babi, Para ahli telah menyimpulkan bahwa ukuran sampel dari laporan ini kecil dan tidak representatif.

Diketahui, pandemi COVID-19 yang mematikan, yang kini telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia, pertama kali muncul di China dan diperkirakan berasal dari kelelawar dan menular ke manusia.

Sementara, jenis flu babi baru yang ditemukan di China, menurut penelitian yang diterbitkan Senin di jurnal sains AS, PNAS, memiliki  ciri penting untuk menginfeksi manusia dan menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya potensi pandemi.

"Kementerian luar negeri China, Virus G4 yang disebutkan dalam laporan terkait adalah subtipe dari virus H1N1," kata juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian dilansir dari dailysabah.com, Rabu (1/7/2020).

Zhao menambahkan bahwa departemen dan pakar yang relevan akan terus meningkatkan pemantauan penyakit ini dan mengirim peringatan dan menanganinya tepat waktu.


Selain itu, strain flu babi G4 baru secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009, menurut penelitian, yang ditulis oleh para ilmuwan di universitas-universitas di China dan pusat pengendalian dan pencegahan Penyakit di China.

Bahkan flu babi G4 diamati sangat menular, kata mereka, bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada musang daripada virus lain.

Bahkan para peneliti mengambil 30.000 usap hidung dari babi di 10 provinsi China, memungkinkan mereka akan mengisolasi 179 virus flu babi.

Sementara menurut penelitian, 10,4% pekerja rumah pemotongan babi yang diuji sudah terinfeksi.

Sejauh ini, belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia namun China tidak menjelaskan lebih lanjut tentang berapa banyak yang telah terinfeksi oleh flu babi G4.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi manusia," tulis para peneliti, menyerukan langkah-langkah mendesak untuk memantau orang yang bekerja dengan babi.
Editor : Ewin Agustiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar