Ads


 

Sabtu, 20 Juni 2020, Juni 20, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-19T22:50:28Z
Internasional

4000 Remaja Hamil Selama Penutupan Sekolah Akibat Covid-19

JOURNALTELEGRAF- Lonjakan tajam  kehamilan remaja dilaporkan mengancam pendidikan. Informasi Kesehatan Kenya mengungkapkan bahwa total 3.964 anak perempuan berusia 19 tahun ke bawah dilaporkan hamil di daerah Machakos di Kenya selama empat bulan terakhir.



Sementara data yang dirilis selama peringatan Hari Anak Afrika pada hari Selasa menunjukkan paralel jumlah kehamilan remaja yang baru dilaporkan terkait pembatasan, diantaranya adalah penutupan sekolah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Salome Muthama yang juga sebagai petugas anak-anak di daerah Machakos, ada 200 anak perempuan berusia 14 tahun ke bawah. Mengindikasikan lebih dari 28 anak perempuan hamil setiap hari selama periode tersebut.

"Ini adalah jumlah yang sangat besar dan saya menyerukan kepada orang tua untuk melibatkan diri sepenuhnya dalam merawat anak-anak mereka, terutama anak-anak perempuan," kata Salome di kutip dari Chinadaily.com.cn (18/6/2020).

"Semua orang yang telah menghamili anak-anak ini perlu dituduh tetapi ini menjadi tantangan. Kami membutuhkan pengadilan khusus perlengkapan untuk mengatasi dan menangani kasus-kasus ini," tambahnya.

Kehamilan remaja kata dia, diperburuk oleh fakta sejumlah anak yang di pulangkan dari pusat-pusat kota setelah wabah Covid-19 dan dititipkan kepada nenek mereka di pedesaan ketika orang tua kembali ke kota.

"Nenek-nenek yang tak berdaya ini tidak mampu mengawasi dengan cermat para pemuda, dan sebagai akibatnya, para remaja diperkenalkan dengan kebiasaan buruk atau bahkan dianiaya oleh teman sebaya dan orang-orang jahat lainnya, sehingga mengarah ke bencana seperti kehamilan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Alfred Mutua yang juga sebagai gubernur wilayah Machakos mengemukakan kekhawatiran angka-angka itu mungkin dibesar-besarkan.

"Meskipun angka yang diumumkan agak tinggi karena angka 4.000 mewakili beberapa kunjungan gadis hamil ke rumah sakit, hal ini tidak dapat ditolerir, bahkan untuk satu kasus kehamilan remaja," ujar Mutua.

Menurut dia, kepolosan anak-anak harus di lindungi  dan masyarakat harus melakukannya terutama di dalam keluarga inti, adapun  di daerah Machakos semua gadis hamil akan kita dorong untuk mengikuti sekolah.

"Mereka harus berada di sekolah ketika sekolah dibuka kembali. Kita semua perlu mengatasi masalah ini, Corona atau tidak ada Corona," tukas Mutua.

Selain itu, Karanja Muiruri komandan polisi kabupaten menyatakan, polisi akan berjaga-jaga untuk memastikan mereka dan menangkap semua yang bertanggung jawab.

"Kami hanya menerima 40 kasus, yang saat ini di pengadilan. Kami belum menerima laporan yang ada di delapan kantor kami. Ini berarti bahwa kasus-kasus ini tidak dilaporkan. Kami mendorong orang tua untuk berani melaporkan kasus kehamilan ini,  sehingga kami dapat memulai tindakan. Kami juga akan bekerja dengan kantor anak-anak untuk menindaklanjuti masalah ini, "kata Muiruri.



Editor : Ewin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar