Ekonomi Bisnis

Minahasa

Masjid Ditutup Pasar Ramadhan Dibuka, Ada Apa dengan Pemkot Bitung ?

Jumat, 24 April 2020, 19.23 WIB Last Updated 2020-04-24T11:23:53Z
masukkan script iklan disini
JOURNALTELEGRAF - Puasa di bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah tahun ini terasa sangat jauh berbeda dengan puasa puasa tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, pasca pandemi virus corona (Covid-19), seruan untuk tidak melakukan aktivitas ibadah di masjid membuat rumah ibadah umat Islam ini sepi. Bukan hanya itu, seluruh rumah ibadah agama lain pun demikian sejak lebih dari sebulan tidak pernah lagi ada aktivitas didalamnya.
Foto : (istimewa) suasana pasar jajanan khas Ramadhan di pusat Kota Bitung

Alasan pemerintah maupun ormas keagamaan jelas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Namun, miris saat melihat ratusan orang berkerumun di pusat jajanan dan pasar.

Seperti pantauan media ini, Jum'at (24/4/2020) salah satu pusat jajanan khas ramadhan terbesar di Kota Bitung tetap diberikam izin melakukan aktivitas untuk berjualan.

"Ini sangat tidak sesuai dengan anjuran pemerintah dimana puluhan bahkan bisa ratusan orang berkumpul disana tanpa dipelindung diri serta social distancing," kata Syahril salah satu warga Kota Bitung.

Pemberian izin ini pun menurut Syahril melukai umat beragama yang sudah dengan rela meninggalkan rumah ibadah mereka demi mengikuti anjuran pemerintah.

"Masjid dilarang digunakan untuk ibadah sholat jumat dan taraweh, gereja dan rumah ibadah lain pun demikian. Tapi pasar dan pusat jajanan yang mengumpulkan orang begitu banyak dibiarkan," katanya.

Reporter/Editor :Richardo Pangalerang
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bolmut, Sangihe,

+