Minahasa

Kreatifitas Dimasa Pandemic

Minggu, 12 April 2020, 17.39 WIB Last Updated 2020-04-12T12:56:41Z
masukkan script iklan disini


Foto: Suasana Shooting Video Clip "Dirumah Aja"
JOURNALTELEGRAF-
"Seni adalah KEINDAHAN yang memberikan penikmat KEBAHAGIAAN"
-Alexander Baum Gartom -
Kalimat itu yang tampaknya terfikirkan oleh para Crew NCCL ketika berkolaborasi dengan para Beat maker : Coco Lense & STBY on/off dalam pembuatan Vidio Clip #dirumahaja. Ingin menghadirkan Keindahan dan memberikan kebahagiaan dalam masa "pandemic" adalah hal yang gampang -gampang susah. pesan utama #dirumahaja ingin dibungkus dengan garapan sinematik ringan tapi mengena dengan konteks saat ini.

Sutradara, Eirine Debora dan Astrada, Ma'ruf Al khadad mencoba mengembangkan gagasan "Social Media" sebagai jawaban atas anjuran "Social Distancing" yang kini mengemuka. Manusia sebagai mahluk sosial adalah mahluk yang membutuhkan eksistensi dan respon atas keberadaannya. Mengemukanya beragam media sosial sebagai ruang interaksi dalam berbagai platform telah turut membentuk struktur dan tatanan baru masyarakat dalam berkomunikasi. 

Salah satu kritik terhadap Media Sosial seperti dikemukakan Alfano dalam "Media Sosial dan Filsafat Moral" (Hal 17:2015) adalah pembentukan sikap Hedonisme yang tidak disadari oleh para pengguna media Sosial. Para pengguna akan senantiasa mengambarkan kebahagian dan acapkali mempertontonkan "fantasi ideal" dibanding realita yang terjadi. Dalam proses kreatif pembuatan vidio clip #dirumahaja tampaknya Eirene dan Ma'ruf ingin menyisipkan gagasan Filsuf aliran "Hedonisme" - Aristippos yang menegaskan bahwa perlunya pengendalian diri dalam kesenangan. 

Bukan berarti harus meninggalkan kesenangan, tetapi mempergunakan kesenangan dengan baik dan jangan sampai membiarkan diri terbawa olehnya dengan cara mengendalikannya sesuai dengan kehendak diri sendiri.

Coco Lense & STBY ON/OFF sebagai musisi muda dari kota Bitung melalui lagu dan liriknya mencoba berpartisipasi memberikan anjuran dengan gaya yang edgy, kekinian dan bahasa generasi masa kini. Dipilih Hip Hop sebagai genre mungkin tanpa sadar selaras dengan latar belakang hip hop itu sendiri sebagai cara bermusik yang menekankan ungkapan verbal yang langsung dan jujur. 

Konon katanya secara etimology Hip Hop berasal dari kata Afro Amerika yang berarti memberitahu - sekarang. Dan itulah pesan yang ingin disampaikan secara langsung tanpa metafor-metafor yang berlebihan.

Menyimak kolaborasi NCCL X Coco Lense & STBY ON/OFF kali ini menjadi sesuatu hal yang menarik, karena tampaknya para CREW ingin mencoba membungkus dan memberikan "Kelas" terhadap pesan langsung yang biasa biasa saja. 

Bisa Jadi para Crew NCCL terinspirasi dari kata-kata John Stuart Milll yang berujar bahwa "kebahagiaaan perlu mempertimbangkan sisi kualitasnya juga". Bagaimanapun menurut JS Mill, ada kesenangan yang bermutu rendah dan ada yang bermutu tinggi.

Lalu seperti apa mutu dari sajian vidio clip NCCL x COCO LENSE & STBY ON/OFF #dirumahaja? Nantinya penayangan premier akan melalui YouTube channel NCCL pada hari Senin, (13/04/2020) pukul 22:00 WITA.


Penulis: Satria Yanuar Akbar, Independent Producer & Event Director
Editor: Richardo Pangalerang
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini